Kamis, 17 September 2015 0 komentar

'Gadis' 18 Tahun

Delapan belas tahun,  yah... delapan belas tahun adalah sebuah waktu yang cukup panjang untuk menapaki sebuah perjalanan dan mengarungi sebuah bahtera di tengah hiruk pikuk globalisasi industri.

Delapan belas tahun... bila dianalogikan dengan seorang gadis,  Dialah sosok yang muda, cantik, dan energik memasuki usia yang matang. Bahkan siap memasuki dunianya yang baru...

Itulah perumpamaan... perjalanan sebuah Perusahaan tempat aku berkarir dan menggantungkan hajat hidup dunia untuk sekedar memenuhi isi perut untuk bertahan hidup dan selebihnya untuk menegakkan pilar-pilar penyangga rumah tangga.

Delapan belas tahun yang lalu, ketika aku diizinkan bergabung dengan Perusahaan ini besar sekali harapan yang aku gantungkan kepadanya.
Yang aku pikirkan saat itu adalah sebuah profesionalisme dan tuntutan hidup.

Masih terbayang dengan jelas ketika hari-hari pada tahun pertama sebagian memandangku sebelah mata, entah apa dan kenapa... tetapi itu aku jalani dengan tabah dan ringan saja. Kuserahkan saja kepada waktu dan rotasi bumi yang menjawabnya...

Waktu yang serasa cepat bergulir laksana bergulirnya siang digulung malam dan malam disingkap oleh siang inilah yang membuat waktu meluncur ke arah jarum 18 tahun. Sementara sudah sekian banyak teman sekerja pergi dan datang untuk menghabiskan hari dalam aktivitas pabrik.
Tentu saja menyebabkan dinamika dalam berbagai segi yang antara lain struktur.

Ternyata harapan dapat bekerja secara profesional yang dulu aku impikan itu hanya sebuah dongeng. Kini aku merasa 'berdosa' karena ketika wisuda telah bersumpah untuk menjaga profesionalisme dalam bekerja.

Sebenarnya secara tak sadar,  benih-benih ketidakprofesiolan itu sudah ada ketika penerimaan analis-analis yang dites oleh orang2 yang sebenarnya kurang faham bekerja di Laboratorium,  terlebih ketika bekerja supervisinya di bawah kendali mereka. Maka tak ayal lagi,  Laboratorium seperti kandang ayam.
Maka budaya dan habit seperti apa selanjutnya? bisa dibayangkan kan...

Kini,  Ibarat aku diperintahkan untuk merehabilitasi pecandu narkoba,  atau setidaknya untuk menghentikan kebiasaan merokok,  maka bisa dibayangkan seperti apa sulitnya? bila tidak timbul dari diri sendiri kesadarannya...

Namun terlepas dari itu semua,  tulisan ini bukan untuk bermaksud mengeluh dan merasa lebih baik dari yang lain. Aku yakin semua ini penuh hikmah dan aku bersyukur dan ikhlas menerima semua ini...
Semoga Allah mengampuniku ...

Minggu, 06 Januari 2013 0 komentar

Januari Menggelepar...

Sebuah TS di facebook yang kini menjadi ikon beberapa postingan di beberapa grup member IA1 berawal dari TSnya pak Chairil Bachtiar Sjarif.
@...... JANUARY MENGGELEPAR... !!!
 demikian bunyinya... Terlepas apa maksud dari postingan yang cukup menyita perhatian banyak member. Singkat. Namun tersimpan banyakpenafsiran dan makna yang tersembunyi. dan mungkin hanya yang menulislah  yang tau apa maksudnya..... Apakah menggelepar karena sudah tidak kuat menahan penderitaan atau tak kuat menerima info yang selama ini dinanti2kan....
Bukan bermaksud membahas postingan tersebut di atas... Ketika ane juga memunculkan TS yang pendek... justru itulah yang menimbulkan banyak penafsiran dan pertanyaan. Tak seperti biasa banyak yang kirim inbox dan ngajak chat menanyakan apa benar.... infonya valid gak?.... dapet info dari mana?... pencairan tanggal berapa..?... bisa dipercaya gak...? pasti kagak>>? ..... Hahaaaa sampe bingung ane harus jawab apa?...@_@
 Ane pastikan sebuah info... itu tidak valid... ketika kita belum menemukan bukti kevalidannya.... Ibarat seorang Hakim, ia tak akan memutuskan perkara... ketika ia belum menemukan barang bukti. Itulah adanya... Jadi apakah info pencairan di bulan Januari 2013 itu ane katakan belum valid... Sampai kita menemukan bukti bahwa di bulan Januari 2013 ada pencairan atau tidak.
Namun begitulah manusia.... yang dicari adalah sebuah info... terlepas apa yang ia terima itu valid atau hoax. Ketika sebuah info itu tak terbukti... ia katakan info itu hoax, dan akhirnya ia menghujat dan kesal dengan info itu... Timbullah rasa galau dan resah..... Dan yang ane gak ngerti... dan lucunya... ia tak bosan untuk mencari info lagi.... :D
Beberapa bulan atau setahun sudah disuguhi info2 hoax dan tak terbukti... entah darimana info tersebut. Yang jelas ketika sebuah info didapat... seseorang akan "membagi" kebahagiaan tersebut dengan teman2 lain walau akhirnya... tak terbukti juga... sehingga secara tidak langsung ia telah membagi suatu kebohongan tersebut walau niat awalnya "mulia" :)
Tidak patut memang... ketika saat ini ane menerima  info bahwa pada minggu depan bulan Januari 2013 ini akan ada pencairan modal IA1... karena ane tak dapat pastikan info itu valid atau hoax. Menurut ane valid dan hoaxnya info itu tergantung kita menyikapinya. Ketika info yang dapatkan kita yakini kebenarannya dan ternyata tak terbukti... maka secara otomatis info itu jadi hoax. Lain halnya kalau kita meyakini kevalidan info itu setelah terbukti #3355.... jadi kita tak pernah menerima info2 hoax.... betul kan??
Apakah ane termasuk yang optimis??? ane katakan ... ya. bukan karena ane menerima info dari orang yang mengaku salah satu orang dekat tim pencairan bahwa akan ada pencairan di 13 konsor... tapi karena ane selalu memandang hidup ini dengan optimis. Apakah salah kalau kita selalu optimis... walau sampai mati sekalipun..? Walau kini hidup ane di bulan Januari telah menggelepar sekalipun... ane tetap optimis... :)
Senin, 24 Desember 2012 1 komentar

Hijau dan Putih, Warna Favorit Rasulullah SAW

Selama ini mungkin kita hanya mengetahui bahwa Rasulullah atau Islam identik dengan warna hijau. Sebenarnya apa warna-warna favorit Rasulullah Muhammad saw?
Annas bin Malik mengatakan, “Warna yang paling disukai oleh Rasulullah saw adalah hijau.” Namun selain itu Rasul juga ternyata menyukai warna putih. Ada juga keterangan bahwa Nabi Muhammad saw pernah memakai pakaian berwarna hitam, merah hati, abu-abu dan warna campuran.
Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumiddin berkata : ” Yang amat disukai oleh Nabi saw ialah warna putih.”
Ibnu Hajjar dalam Tanbih Al Akhbar mengatakan: “Pada hari raya kami disuruh memakai pakaian berwarna hijau karena warna hijau lebih utama. Adapun warna hijau adalah afdhal daripada warna lainnya, sesudah putih.”
Ibnu Ady meriwayatkan dari Jabir r.a yang berkata: “Aku pernah melihat Nabi saw memakai serban hitam yang dipakainya pada hari raya…”
Al Baihaqi meriwayatkan hadis dari Jabir r.a katanya : “Pernah Rasulullah saw berpakaian yang bercorak merah pada dua hari raya dan pada hari Jumat.”
Al-Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. dia berkata : “Pernah Nabi saw keluar dengan kepala yang dibalut sehelai kain yang berwarna abu-abu.”
Imam Bukhari meriwayatkan hadis dari Anas r.a, beliau pernah melihat : “Nabi saw menutup kepalanya dengan kain biasa yang bercorak-corak warnanya.”

sumber : www.eramuslim.com
 
;